Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Featured Posts

Friday, August 19, 2016

Kisah Seorang Anak Membuang Ibunya ke Hutan

Konon di jepang dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan…
Mereka yang di buang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya, sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya.
Pada suatu hari, ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan, karena si ibu telah lumpuh dan agak pikun. Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si ibu yang kelihatan tidak berdaya berusaha menggapai ranting pohon yang bisa diraihnya, lalu mematahkannya dan menaburkannya disepanjang jalan yang mereka lalui.
Sesampai di dalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap ibunya.
Justru si Ibu sangat tegar… dalam senyumnya ia berkata “Anak ku, ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dawasa. Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini, rasa sayangku tidak berkurang sedikit pun…tadi ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat….ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah.”
Setelah mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa ibu pulang kerumah. Pemuda tersebut akhirnya merawat ibu yang sangat mengasihinya sampai ibunya meninggal.
Sahabatku, Apa hikmah yang terkandung dala kisah diatas…?
Orang tua bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya. Karena pada saat engkau menggapai sukses atau saat engkau dalam keadaan susah, hanya orang tua yang mengerti kita dan batinnya akan menderita kalau kita susah.
Bukan istri, suami, ataupun teman….
Orang tua kita tidak pernah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita, walaupun kita pernah kurang ajar kepada orang tua… namun bapak dan ibu kita akan tetap mengasihi kita… Mulai sekarang mari kita mengasihi orang tua kita selagi mereka masih hidup… Kiranya cerita diatas bisa membuka mata hati kita, untuk bisa mencintai orang tua. Mereka justru butuh perhatian lebih dari kita, disaat mereka menunggu waktu dipanggil Tuhan yang maha kuasa. Ingatlah perjuangan mereka pada waktu mereka muda, membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, membekali kita hingga menjadi seperti ini.

Sunday, August 14, 2016

Etika Dalam Menulis Status, Komentar dan Memberikan Tanggapan di Facebook

FACEBOOK merupakan  media sosial yang dibuat oleh Mark Zuckerber untuk media interasi, komunikasi dan informasi bagi para anggotanya. Namun demikian, tujuan Facebook pada akhirnya tergantung pada masing-masing Facebooker sendiri.  Mekipun demikian, status, komentar maupun tanggapan dibuat harus tetap mempertimbangkan aspek etika.Prinsip dasar pergaulan di Facebook adalah Saling menghargai. Menurut Hariyanto Imadha, seorang Pengamat Perilaku Pemikiran, setidaknya ada beberapa aspek etika yang harus diperhatikan para facebooker.

A.Secara umum, Facebook terbagi menjadi tiga kegiatan: Status, Komentar, Tanggapan

Status
Tempat Facebooker menuliskan apa saja sesuai dengan keinginannya, antara lain:
Curhat, artikel, novel, cerpen, celoteh,pengalaman,berbagi ilmu,guyonan,kritik terhadap pemerintah,kritik sosial budaya,puisi,gambar,foto,video,berita,informasi dan apa saja. Tidak terbatas.
Etika menulis status secara umum:
-Sopan
-Bersifat menghargai  sesama Facebooker
-Tidak melanggar SAR dalam arti negatif
-Tidak melanggar norma sosial,norma hukum maupun norma agama
Etika status secara khusus
-Boleh mengritik atas mengritik pemerintah,pejabat dan orang-orang yang sudah dikenal namanya oleh masyarakat
-Boleh membuat opini apa saja baik secara ilmiah maupun secara tidak ilmiah
-Sedapat mungkin berdasarkan data, fakta, saksi, bukti atau suatu hal yang sudah diketahui masyarakat umum
-Boleh menggunakan gaya bahasa apa saja : hiperbolisme, sarkasme,satire,litotes dan lain-lain.

Komentar
Tempat Facebooker menuliskan komentar-komentar terhadap status yang ditulis seorang teman
Etika memberikan komentar secara umum
-Sopan
-Bersifat menghargai  sesama Facebooker
-Tidak melanggar SAR dalam arti negatif
-Tidak melanggar norma sosial,norma hukum maupun norma agama
Sedangkan Etika memberikan komentar secara khusus adalah
-Kalau tidak mengerti maksud status, sebaiknya ditanyakan
-Jangan menyerang pribadi pembuat status karena itu salah satu ciri pengidap psikopat
-Harus bersifat menghargai .Jangan sinisme, meremehkan pendapat,memandang rendah,menganggap pembuat status tidak mengerti,tidak menggurui, tidak bersifat sok tahu-sok mengerti dan sok pintar
-Boleh berbeda pendapat tetapi tanpa nada menyalahkan
-Kalau tidak sempat menyusun kalimat, cukup tekan tombol “like” atau “suka”
-Beri komentar positif, sebab komentar negatif merupakan cermin pikiran Anda yang negatif pula
-Lebih baik beri komentar yang bersifat guyonan atau bercanda
-Beri komentar sesuai isi status. Jangan OOT (Out Of Topic)
-Jangan memberi komentar yang bersifat “menegasikan” (menyalahkan) kecuali jika salahnya memang telak. Namun, berikan koreksi yang sopan.

Tanggapan
Tempat Facebooker (penulis status) untuk memberikan tanggapan atas komentar-komentar di statusnya.
Etika dalam menanggapi komentar secara umum
-Sopan
-Bersifat menghargai  sesama Facebooker
-Tidak melanggar SAR dalam arti negatif
-Tidak melanggar norma sosial,norma hukum maupun norma agama
Etika dalam menanggapi komentar secara khusus
-Beri tanggapan senada dengan komentar. Bersifat meng”iya”kan
-Beri koreksi yang tepat apabila komentarnya keliru
-Beri peringatan apabila ada komentar yang tidak enak. Jika keterlaluan, langsung diremove/diblokir saja
-Beri penjelasan apabila komentarnya melenceng
-Lebih menyenangkan kalau Anda memberikan tanggapan yang bersifat bercanda

B.Kesimpulan umum
-Pahami, apa maksud status,komentar dan tanggapan.
-Status,komentar,tanggapan negatif cermin pikiran Anda yang negatif
-Hindarkan perdebatan yang tidak ada gunanya
-Bersikap saling menghargai
-Jangan snob (sok tahu,sok mengerti dan sok pintar)
-Jika Anda merasa tidak setuju terhadap pendapat Facebooker lain, sebaiknya Anda membuat status sendiri
-Sebaiknya bertanya jika tidak/kurang mengerti
-Biarkan Facebooker menulis apa saja. Sebab ,itu hak pribadi mereka (sejauh sesuai dengan etika umum).

C.Saran
-Kalau Anda tidak setuju isi sebuah status, sebaiknya Anda membuat status sendiri
-Kalau Anda tidak setuju isi sebuah artikel, sebaiknya Anda membuat artikel sendiri
-Klau Anda tidak setuju isi sebuah buku, silahkan Anda membuat buku sendiri

Semoga bermanfaat.


Tuesday, August 2, 2016

IBU, AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN. AKU MAU MENJADI ORANG YANG BERTEPUK TANGAN DI TEPI JALAN

Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kenaikan kelas, anak perempuanku rutin mendapat ranking ke-23. Lambat laun ia dijuluki dengan panggilan nomor ini. Sebagai orangtua, kita merasa panggilan ini tidak lebih enak didengar, tetapi anehnya anak kita tidak merasa keberatan dengan panggilan ini.

Pada sebuah agenda keluarga besar, kita berkumpul bersama di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang merupakan mengenai jagoan mereka masing-masing. Anak-anak ditanya apa impian mereka kalau telah besar? Ada yang menjawab sehingga dokter, pilot, arsitek bahkan presiden. Semua orangpun bertepuk tangan.

Anak perempuan kita terkesan sangat sibuk menolong anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dirinya yang belum mengutarakan impiannya. Didesak orang tidak sedikit, akhirnya dirinya menjawab:….. “Saat aku dewasa, impianku yang pertama merupakan menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main”. Demi menunjukkan kesopanan, semua orang masih memberbagi pujian, kemudian
menanyakan apa impiannya yang kedua. Diapun menjawab: “Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek berfoto Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan mengangkat mereka ke teras rumah untuk menonton bintang”. Semua sanak keluarga saling pandang tanpa tahu wajib mengatakan apa. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali.

Sepulangnya kita kembali ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku bakal membiarkan anak perempuan kita nanti hanya menjadi seorang guru TK?

Anak kita sangat penurut, dirinya tidak lagi membaca komik, tidak lagi membikin origami, tidak lagi tidak sedikit bermain. Bagaikan seekor burung kecil yang kelelahan, dirinya ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan semakin tanpa henti. Hingga akhirnya tubuh kecilnya tidak dapat bersi kukuh lagi terserang flu berat dan radang paru-paru. Bakal tetapi hasil ujian semesternya membikin kita tidak tahu mau tertawa alias menangis, masih saja rangking 23.

Kami terbukti sangat sayang pada anak kita ini, tetapi kita sungguh tidak memahami bakal kualitas sekolahnya.
Pada sebuahminggu, kawan-kawan sekantor mengundang berangkat rekreasi bersama. Semua orang mengangkat dan keluarga mereka. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan kebolehannya. Anak kita tidak punya kepandaian khusus, hanya semakin bertepuk tangan dengan sangat gembira.

Dia tidak jarang kali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan. Merapikan kembali kotak makanan yang terkesan sedikit miring, mengetatkan tutup botol yang longgar alias mengelap wadah sayuran yang meluap ke luar. Dirinya sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik. Ketika makan, ada satu kejadian tidak terduga. Dua orang anak lelaki kawan kami, satunya si jenius matematika, satunya lagi pakar bahasa Inggris berebut sebuah kue. Tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau saling membaginya. Para orang tua membujuk mereka, tetapi tidak sukses. Terbaru anak kamilah yang sukses melerainya dengan merayu mereka untuk berdamai.

Ketika pulang, jalanan macet. Anak-anak mulai terkesan gelisah. Anakku membikin guyonan dan semakin membikin orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak sempat berhenti, dirinya mengguntingkan beberapa bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan. Hingga ketika turun dari mobil bus, setiap orang memperoleh guntingan kertas fauna shio-nya masing-masing. Mereka terkesan begitu gembira.

Selepas ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku. Pertama-tama memperoleh berita kalau rangking sekolah anakku masih 23. Tetapi dirinya mengatakan ada satu faktor aneh yang terjadi. Faktor yang pertama kali ditemukannya selagi lebih dari 30 tahun mengajar. Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu SIAPA TEMAN SEKELAS YANG PALING KAMU KAGUMI & APA ALASANNYA.

Semua kawan sekelasnya menuliskan nama : ANAKKU!

Mereka bilang sebab anakku sangat bahagia menolong orang, rutin memberi semangat, rutin menghibur, rutin enak diajak berkawan, dan tidak sedikit lagi.

Si wali kelas memberi pujian: “Anak bunda ini kalau bertingkah laku terhadap orang, sangatlah nomor satu”.

Saya bercanda pada anakku, “Suatu saat kalian bakal sehingga pahlawan”. Anakku yang sedang merajut selendang leher tiba2 menjawab “Bu guru sempat mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, wajib ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.”

“IBU, …..AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN, …. AKU MAU JADI ORANG YANG BERTEPUK TANGAN DI TEPI JALAN.”

Aku terkejut mendengarnya. Dalam hatiku pun terasa hangat seketika. Seketika hatiku tergugah oleh anak perempuanku. Di dunia ini tidak sedikit orang yang berimpian ingin menjadi seorang pahlawan. Tetapi Anakku memilih untuk menjadi orang yang tidak terkesan. Semacam akar sebuah tanaman, tidak terkesan, tapi ialah yang mengokohkan.

Apabila ia dapat sehat, apabila ia dapat nasib dengan bahagia, apabila tidak ada rasa bersalah dalam hatinya, MENGAPA ANAK2 KITA TIDAK BOLEH MENJADI SEORANG BIASA YANG BERHATI BAIK & JUJUR?

Saturday, October 3, 2015

Hanyalah Sebuah Kemangan Semu

Satu hal paling susah untuk dikalahkan atau ditaklukan adalah ego diri sendiri. Bila kita mampu untuk menaklukan ego diri sendiri, itulah kemenangan sejati. Namun yang sering terjadi adalah kita merasa menang dengan orang lain, namun sejatinya itu hanyalah sebuah kemenangan semu, karena yang menang sebenarnya adalah ego kita sendiri.
Sebagai contoh :

Ribut dengan pelanggan,
Kalau kita menang,
Pelanggan tetap akan lari.

Ribut dengan rekan kantor,
Walau kita menang,
Tiada ada lagi semangat bekerja dalam tim.

Ribut dengan atasan,
Walau kita menang,
Tiada lagi masa depan di tempat itu.

Ribut dengan keluarga,
Walau kita menang,
Hubungan kekeluargaan akan renggang.

Ribut dengan kawan,
Walau kita menang,
Yang pasti kita akan kekurangan kawan.

Ribut dengan pasangan,
Walau kita menang,
Perasaan sayang pasti akan berkurang.

Jadi sebenarnya....
Bila kita ribut dengan siapapun
Walau kita menang...
Sejatinya kita kalah....

Tuesday, May 19, 2015

Curug Belot, pesona Air Terjun yang Tersembunyi

Setelah Curug Bayan, kali ini info tempat wisata di sekitar Banyumas yang ingin saya bagikan adalah Curug Belot. Lokasinya masih disekitaran Baturraden juga, tepatnya di Desa Rempoah. Ini merupakan potensi wisata yang masih pelu dikembangkan, dan merupakan aset yang dimiliki desa Rempoah. Saya pribadi memiliki kesan tersendiri terhadap tempat ini. Bagimanapun tempat ini tidak bisa dilupakan begitu saja buat saya, karena di daerah inilah saya menghabiskan masa kanak-kanak saya..he..he.. Saya dilahirkan dan dibesarkan di daerah ini. Jadi saya tahu betul seluk-beluk dareah ini. Di curug inilah barangkali saya dulu pernah belajar berenang, mandi, ciblon, cari ikan dll bersama temen-temen. Saya sering menghabiskan waktu bersama temen-temen seharian di sekitar curug ini.. Pokoknya berkesan banget dan tidak mungkin terlupakan. Hanya saja setelah belasan tahun ditinggalkan, banyak perubahan di daerah ini, terutama hal akses ke curug Belot ini. Mungkin karena makin banyak dikunjungi wisatawan, jadi warga sekitar sadar bahwa perlu adanya pembenahan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan tentu untuk memepermudah akses ke curug Belot.
Kembali ke curug Belot... Curug ini sebenarnya metupakan pertemuan antara 2 buah sungai, yaitu sungai Belot dan sungai Pelus. Sehingga warga sekitar juga menyebut curug ini dengan curug Tempuan. Curug ini cukup tinggi, lebih tinggi dari curug Gede dai Baturaden dan curug Bayan. Curug Belot ini juga memiliki aliran air yang cukup deras dan aliran terjadi sepanjang tahun, tidak pernah kering. Berada di sekitar curug, kesejukannya sangat terasa, sejuk khas pegunungan. Airnya cukup jernih dan tentu dingin. Di sekitar curug dikelilingi tebing-tebing yang cukup rimbun dengan pepohonan. Bahkan di tebing sebelah kanan terdapat sebuah gua kecil yang saya sendiri gak tahu seberapa dalamnya gua tersebut. Pokoknya, berkunjung ke curug belot, dijamin, kepenatan, capek akan hilang....he..he..
    Sumber gambar: wisata.kompasiana.com

Gimana? Penasaran dengan tempat ini..? Pokoknya jangan lewatkan mampir ke tempat ini kalau anda berkunjung ke kota kripik Purwokerto, apalagi kalau tujuan Anda ke Baturraden... Nyesel deh kalau gak mempir..he..he..
Akses ke tempat ini cukup mudah. Bisa dengan kendaraan pribadi atau dengan angkutan umum. Kalau dari Purwokerto, naiklah angkutan pedesaan yang jurusan Baturraden, angkutannya warna hijau.   Kemudian turunlah di desa Rempoah, tepatnya di depan BRI unit Baturraden. Dari situ tinggal jalan kaki ke arah Timur, atau ke kanan. Ikutin aja jalan itu, nanti di ujung jalan ada petunjuk untuk menjuju curug Belot. Dari ujung jalan menuju curugnya sendiri jalannya berkelok-kelok dan hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Terakhir saya ke sana sich jalannya sudah ada perbaikan,dengan disemen sebagian, jadi lebih memudahkan wisatawan. Untuk masuk ke Curug Belot, sampai saat ini setahu saya tidak ada tarikan karcis, alias Gratis. Hanya saja untuk yang bawa kendaraan sendiri, motor atau mobil harus bayar Parkir.
Untuk fasilitas, memang masih sangat kurang saya rasa. Hanya warung-warung kecil yang ada di sekitar situ, penginapan belum ada, Akses jalan juga masih banyak yang perlu dibenahi.

Monday, May 18, 2015

Wisata Curug Bayan

Kali ini saya ingin menulis sedikit tentang daerah kelahiran saya. Maksudnya biar bisa berbagi informasi sekaligus mengenang masa kecil disana, mengenang tempat-tempat kluyuran saya..he..he..
Anda pasti tahu, salah satu tempat tujuan wisata di Jawa Tengah, Baturraden. Ya, Baturraden identik dengan Purwokerto atau Banyuams. Kalau membicarakan tempat wisata di Purwokerto, pasti  langsung ingat Baturraden. Padahal masih banyak tempat-tempat wisata alam yang lain selain Baturraden. Mungkin karena belum banyak diketahui orang, jadi tidak seterkenal Baturraden.
Salah satu tempat yang bisa Anda coba kunjungi saat berkunjung ke kota Kripik adalah Curug Bayan atau air terjun Bayan. Ini salah satu tempat saya main diwaktu kecil..he..he.. Kurang lebih 3 Km dari tempat saya dilahirkan. Pesona alamnya, tidak kalah dengan Baturraden. Bahkan masih terkesan alami banget. Airnya masih sangat jernih dan tentu dingin khas air pegunungan. Dikitari bukit dan pepohonan yang rimbun menhijau. Mungkin karena belum banyak diketahui wisatawan kali ya… Pokoknya rekomended banget deh buat dikunjungi…
Lokasinya sebenernya tidak jauh dari Lokawisata Baturraden, masih satu kecamatan dan masih di lereng Gunung Slamet juga. Tepatnya di desa Kalipagu, Ketenger, Baturraden. Memang lokasinya agak ke dalam, tidak ada akses angkutan umum ke sana. Jadi kalau mau ke sana ya bawa kendaraan sendiri. Kalau mau jalan kaki ya sekitar 2 km barangkali dari akses angktan umum. Paling gampang kalau mau ke Curug Bayan ya lewat jalan barat Purwokerto-Baturraden. Begitu sampai desa Ketenger/Kalipagu, Tanya aja..pasti ketemu. Kalau lewat jalur timur, setelah melewati pintu gerbang Baturraden dan sampai desa Ketenger, SD N Ketenger belok kiri, ikuti jalan terus, nanti ketemu pertigaan terus ke kanan arah Baturraden, kemudian sekitar 1 km ketemu pertigaan belok kiri lagi. Ketemu deh lokasinya…
Sebelum sampai Curug Bayan, nanti ada pos/portal pembayaran karcis(dulu sich gak ada waktu aku masih kecil..he..he..). Kalu gak salah kercis masuknya Rp 2500,- per orang. Kemudian selain karcis juga bayar uang parkir kendaraan kalau bawa kendaraan. Tempat parkir cukup luas untuk roda 2 maupun roda 4.
Buat yang suka berenang, silakan berenang pasti seru deh… Disana juga ada penyewaan ban buat berenang lho… Juga ada kamar mandi buat bilas jika selesai berenang.
Di sana juga ada villa buat yang memerlukan penginapan. Villa kecil namun dengan view cukup bagus yaitu lembah sungai dan curug Bayan. Selain itu juga ada bebrapa warung penjual makanan, jadi jangan kuatir kelaparan disana.  Penasaran berkunjung ke Curug Bayan??



Saturday, December 20, 2014

Kisah Inspiratif : Lengan Ibunda

Suatu hari, seorang anak remaja secara tidak sengaja mendapati bahwa lengan ibunya ternyata jelek sekali, penuh dengan bekas luka bakar. Selama ini sang ibu berhasil menyembunyiaknnya dengan selalu memakai baju berlengan panjang hingga pergelangan tangan. Si Remaja kaget, terkejut, dan menunjukan mimik tak suka, bahkan terlihat merasa jijik.
Ibunda yang melihat reaksi anaknya demikian berkata dengan lembut, "Nak, kamu ke sini deh sebentar. Ibu mau cerita tentang lengan ini."
Perlahan si Anak mendekati ibunya.
"Kamu mau tahu kenapa lengan Ibu jelek seperti ini?" tanyanya.
Si Anak menggeleng perlahan.
"Ceritanya begini. Dulu, ketika kamu masih bayi, kita adalah keluarga baru yang datang dari Sumatra merantau ke Jakarta ini. Ayahmu hanya mamapu mengontrak rumah sederhana di pemukiman padat. Setiap hari ayahmmu membanting tulang mencukupi kebutuhan kita. Sedangkan ibi selain mengasuh kamu, juga harus bekerja sebagai buruh cuci."
"Suatu hari, ketika ibu sedang mencuci, terdengar teriakan, 
"Kebakaran....kebakaran....kebakaran...!" Dengan panik, Ibu meninggalkan cucian, berlari menuju kebakaran. dan sampai di sana Ibu langsung lemas, karena ternyata rumah kita sedang diamuk api."
"Tahukah di mana kamu saat itu?" Tertidur pulas di kamar!
Dengan histeris ibu menerobos masuk, tetapi segera dihalangi sejumlah laki-laki bertangan kuat. Tentu tak mungkin Ibu membiarkanmu dialalp api. Dengan sekuat tenaga dibantu badan ibu yang licin berbalut sabun, Ibu pun terlepas."
"Ibu menerobos masuk, menerjang pintu kamar, dan menemukan kamu sudah dikelilingi api. Syukur kamu belum apa-apa. Dengan segera Ibu membungkus kamu dengan sarung Ibu yang memng sedang basah. Tinggal, bagaimana caranya keluar? Asap hitam di mana-mana dan Ibu kehilangan arah. Tapi ibu nekat menerobos dan berhasil menemukan pintu."
"Sayang, karena panik, Ibu tidak memperhatikan sekeliling. Sebatang balok yang menyala menimpa bahu Ibu dan lengan Ibu. kamu terlepas dan diselamatkan warga. Tapi seperti inilah lengan Ibu jadinya."
Mendengar kisah dramatis itu, si remaja diam terpaku, terpesona. Perasaan haru memenuhi hatinya sehingga tanpa sadar air mata pun meleleh di pipinya. Perlahan ia mendekatkan dirinya ke tangan Ibunya, memeluk dan menciuminya seraya berkata, "Tangan Ibu hebat. Aku bangga, Ibu begitu sayang, rela mengorbankan segalanya demi aku. Aku sayang lengan Ibu,"

Sesuatu itu baik atau buruk tergantung pada bagaimana kita melihatnya. Lengan Ibu tampak buruk tanpa kisah di baliknya. Namun ketika kisahnya dibentangkan, seketika terjadi perubahan pandangan, dari lengan buruk jadi lengan indah.

Dikutip dari : Buku Kafe Etos, Jansen Sinamo, Institut Darma Mahardika.
 

Blog Archive

 
Blogger Templates