Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Featured Posts

Monday, September 18, 2017

Hati-hati dan Bijaklah dalam Menggunakan Media Sosial dan Dunia Virtual Lain

Perkembangan internet dewasa ini telah melahirkan media baru yang kita sebut bersama sebagai media sosial. Media sosial bisa diartikan sebagai sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual lain. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Perkembangan media baru ini seakan berbanding lurus dengan pelanggaran dan kejahatan yang terjadi di dalamnya, salah satunya percemaran nama baik atau penghinaan yang melalui wadah media sosial. Pencemaran nama atau penghinaan baik lewat sosial media telah menjadi fenomena yang marak terjadi di jejaring sosial dalam beberapa tahun belakangan ini.

Pencemaran nama baik merupakan perbuatan melawan hukum yang menyerang kehormatan atau nama baik orang lain. Pencemaran nama baik melalui jaringan internet dalam perkembangannya sudah dapat di kategorikan sebagai kejahatan yang mengkawatirkan.

Sebagian masyarakat menganggap bahwa itu hanyalah bentuk kebebasan berbicara yang merupakan Hak Asasi Manusia (HAM), tapi masyarakat yang lainnya justru melihat ini adalah sebuah bentuk provokasi atau pencemaran nama baik yang perlu dikenakan sanksi atau hukuman tertentu bagi pelakunya atau pelanggarnya.

Terlepas dari pro dan kontra tersebut sebenarnya hukum lewat produk-produk hukumnya telah mengatur mengenai pencemaran nama baik lewat media sosial ini di dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan juga diatur secara umum di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Di dalam KUHP pencemaran nama baik atau penghinaan diatur didalam Pasal 310 dan 311 sedangkan didalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang merupakan peraturan khusus dari KUHP sebagaimana asas hukum “lex spesialis derogate legi lex generalis” diaturnya mengenai pencemaran nama baik di dalam Pasal 27 ayat (3) Undang-undang ITE menyatakan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Keberlakuan dan tafsir atas Pasal 27 ayat (3) UU ITE tidak dapat dipisahkan dari norma hukum pokok dalam Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP. Demikian salah satu pertimbangan Mahkamah Konstitusi dalam putusan perkara No. 50/PUU-VI/2008 atas judicial review pasal 27 ayat (3) UU ITE terhadap UUD 1945. Mahkamah Konstitusi menyimpulkan bahwa nama baik dan kehormatan seseorang patut dilindungi oleh hukum yang berlaku, sehingga Pasal 27 ayat (3) UU ITE tidak melanggar nilai-nilai demokrasi, hak azasi manusia, dan prinsip-prinsip negara hukum. Pasal 27 ayat (3) UU ITE adalah Konstitusional.

Bila dicermati isi Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (1) UU ITE tampak sederhana bila dibandingkan dengan pasal-pasal penghinaan dalam KUHP yang lebih rinci. Oleh karena itu, penafsiran Pasal 27 ayat (3) UU ITE harus merujuk pada pasal-pasal penghinaan dalam KUHP. Misalnya, dalam UU ITE tidak terdapat pengertian tentang pencemaran nama baik. Dengan merujuk Pasal 310 ayat (1) KUHP, pencemaran nama baik diartikan sebagai perbuatan menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum.

Pasal 27 ayat (3) UU ITE "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik"

Pasal 310 ayat (1) KUHP Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Rumusan Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (1) UU ITE yang tampak sederhana berbanding terbalik dengan sanksi pidana dan denda yang lebih berat dibandingkan dengan sanksi pidana dan denda dalam pasal-pasal penghinaan KUHP.

Misalnya, seseorang yang terbukti dengan sengaja menyebarluaskan informasi elektronik yang bermuatan pencemaran nama baik seperti yang dimaksudkan dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE akan dijerat dengan Pasal 45 Ayat (1) UU ITE, sanksi pidana penjara maksimum 6 tahun dan/atau denda maksimum 1 milyar rupiah.

Pasal 45 UU ITE (1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Masih ada pasal lain dalam UU ITE yang terkait dengan pencemaran nama baik dan memiliki sanksi pidana dan denda yang lebih berat lagi, perhatikan pasal 36 UU ITE.

Pasal 36 UU ITE "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 27 sampai Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain"
Misalnya, seseorang yang menyebarluaskan informasi elektronik yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain akan dikenakan sanksi pidana penjara maksimum 12 tahun dan/atau denda maksimum 12 milyar rupiah (dinyatakan dalam

Pasal 51 ayat 2) Pasal 51 ayat (2) UU ITE Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).

Sumber: Tulisan dari
Ronny, M.Kom, M.H (Ronny Wuisan)  
Zico Junius Fernando, SH., MH*

Sunday, September 10, 2017

Mau Jadi Sebuah Intan atau Tetap Menjadi Arang?

Sahabat, tahukah Anda bahwa arang dan intan berasal dari unsur yang sama, yaitu Karbon (C). Coba deh ingat-ingat atau buka kembali pelajaran kimia dulu..he..he..

Kenapa keduanya memiliki perbedaan yang sangat mencolok, padahal berasal dari unsur yang sama?.
Ternyata, yang membedakan keduanya walaupun berasal dari unsur yang sama adalah struktur atau konfigurasinya. Perbedaan itu membawa konskuensi pada sifat keduanya. Dimana arang memiliki tekstur yang rapuh, mudah hancur dan kalau dilihat tidak menarik sama sekali, Berbeda dengan intan yang memiliki tekstur padat, super kuat sehingga untuk memotongnyapun perlu pemotong khusus, indah untuk dilihat dan harganyapun sangat-sangat jauh berbeda.
Bedanya sangat jauh ya? bagaikan siang dan makam, bagai miskin dan kaya. Intan dikenal sebagai benda mulia, bentuk dan warnanya sangat cantik, mungkin diminati semua orang namun tidak setiap orang bisa memiliki karena harganya yang sangat mahal. Cooba bandingkan dengan arang, yang warnanya hitam, tidak menarik bentuknya dan harganya murah sekali karena mudah sekali kita mendapatkan.

Yang jadi pertanyaan selaanjutnya adalah kenapa perbedaan itu bisa terjadi?
Jawabannya adalah karena arang terjadi/dibuat dalam proses pembakaran yang singkat dan relatif mudah, alias tidak melalui proses yang sulit dan berbelit. Berbeda dengan sebuah intan, proses terjadinya melalui proses yang panjnag, dan begitu sulit. Diawali dari sisa-sisa tanaman ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu, kemudian ditempa melalui proses pemanasan dan pendinginan yang sangat exstrem di perut bumi dalam jangka waktu yang sangat lama. 
Nah, sudah tahu kan beda arang dan intan? yaitu pada proses terbentuknya.

Renungan buat kita, pada hakekatnya Allah menciptakan kita dengan dibekali sebuah potensi. Potensi yang harus kita asah untuk kebahagiaan hidup kita di dunia dan akhirat. Namun kenyataanya, banyak potensi yang  tidak digunakan dengan baik, terbuang sia-sia. Kadang kita tidak mau melewati proses untuk menjadi intan. Kita kadang tidak mampu melewati ujian kehidupan, tempaan kehidupan untuk menjadi kuat dan bernialai seperti intan. Jangan sampai kita menjadi arang yang rapuh dan tak bernilai karena kita tidak mau belajar dan takut menjalani berbagai proses dan ujian kehidupan. Spbat, ingatlah...tidak ada yang instan di dunia ini. Semua butuh proses dan perjuangan untuk menjadi seorang yang bernilai..

Sunday, August 20, 2017

KAMU ITU ORANG YANG MEMPUNYAI PRINSIP TEGUH ATAU KERAS KEPALA? KENALI BEDANYA

Berprinsip teguh berbeda dengan keras kepala. Kadang orang sulit membedakan mana orang yang memiliki perisip atau keyakinan teguh (Strong Conviction) dengan orang yang memang tabiatnya keras kepala.
Steven Agustinus seorang Potential Explorer dan Motivator handal menjelaskan, ada 5 perbedaan mencolok antara orang yang memiliki prinsip teguh dengan orang yang keras kepala:


PRINSIP/KEYAKINAN TEGUH
KERAS  KEPALA
Orang yang mempunyai keyakinan tegus akan selalu membangun hidupnya diatas prinsip kebenaran yang hakiki dan mutlak sifatnya. Dia sangat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur seperti kebenaran, kejujuran, kesucian dsb. Dia tidak pernah merasa malu menunjukan prinspip itu kepada orang-orang sekitarnya, bahkan pada orang yang tidak suka atau mementang prisip kebenaran itu.
Sedangkan orang yang keras kepala tindakannya selalu didasari pemikiran dan pertimbangan
yang dianggap benar meskipun bertentangan dengan prinsip kebenaran. Sebagai Contoh, nyogok/memberikan uang pelicin dianggap lumrah saat ini. Kamu mengannap hal ini benar karena sudah lumrah dan banyak dilakukan orang saat ini. Tapi jika ditanya apakah nyogok itu benar atau boleh? Tentu jawabannya tidak benar.

Keyakinan teguh akan menjadikanmu sebagai pribadi yang memiliki hati yang lemah lembut, mudah diajar dan mudah berubah. Kamu terbuka dengan setiap koreksian yang diberikan oleh orang-orang yang ada di sekitarmu. Kamu pun tidak pernah merasa tinggi hati tapi tetap mau belajar dari siapapun meski memang kamu tahu bahwa kamu memiliki kemampuan yang lebih dari yang lain.
Sedangkan sifat keras kepala akan menjadikanmu sebagai pribadi yang memiliki hati yang keras dan tidak mudah menerima setiap koreksian. Karena kamu merasa bahwa apa yang kamu lakukan itu benar bagimu. Padahal mungkin orang yang sedang memberi nasehat padamu sudah mengetahui bahwa apa yang kamu lakukan itu salah dan pada akhirnya merugikan dirimu sendiri.
Keyakinan teguh akan membuat dirimu menjadi tidak sombong karena cita-cita ataupun tujuan hidup yang kamu miliki. Melainkan dengan rendah hati melihat posisi atau keberadaan orang lain juga sebagai hal yang baik dan tidak menganggap sesuatu yang lebih rendah di bawahmu. Namun kamu cenderung untuk terus membandingkan apa yang sudah kamu lakukan dengan tujuan hidupmu yang mulia yang telah Tuhan tetapkan bagimu. Sehingga kamu akan terus menciptakan energi yang positif, tidak hanya untuk dirimu namun juga kepada orang-orang yang ada di dekatmu.
Sedangkan sifat keras kepala akan selalu membuatmu terus membandingkan dirimu dengan orang-orang lain yang ada di bawahmu. Kamu cenderung mudah berpuas diri dan suka merendahkan serta menghakimi orang lain. Kamu juga memiliki emosi yang tidak stabil dan tanpa disadari sering mengeluarkan energi negatif kepada dirimu sendiri serta orang yang ada di sekitarmu.
Keyakinan teguh akan menjadikanmu pribadi yang menginspirasi dan membangun banyak orang. Akan ada banyak kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadamu. Karena integritas sudah mulai terbangun kuat dalam dirimu.
Sedangkan sifat keras kepala menjadikanmu sebagai  seseorang yang susah dipercayai oleh orang banyak. Sehingga kamu sering berusaha untuk mencari perkenanan, pengakuan dan penerimaan dari orang banyak. Namun sayangnya sebuah kepercayaan itu tidak bisa dibangun dengan waktu yang singkat. Dibutuhkan kurun waktu yang tidak bisa ditentukan, pengorbanan dsb untuk membangun kepercayaan dan integritas dalam dirimu.
Keyakinan teguh akan menjadikanmu sebagai pribadi yang mau dan senang untuk dipimpin oleh pemimpinmu yang ada di atasmu. Karena untuk menjadi seorang pemimpin yang baik maka kamu harus menjadi orang yang mau dipimpin dan diarahkan oleh orang yang ada di atasmu.
Sedangkan sifat keras kepala akan menjadikanmu seseorang yang individual dan merasa tidak membutuhkan orang lain. Sehingga kamu selalu memiliki masalah dengan pemimpin yang ada di atasmu karena pada dasarnya kamu tidak mau dipimpin dan merasa diri sudah benar.

Itulah 5 perbedaan orang yang memiliki keyakinan atau prinsip yang teguh (strong conviction) dengan orang yang memang memiliki watak keras kepala. 
Anda termasuk orang yang berprinsip teguh atau keras kepala?
Jika ternyata kamu masih memiliki ada beberapa ciri dari orang yang keras kepala maka solusinya mudah yakni membuka diri dan siap untuk dikoreksi oleh orang-orang yang sudah ditetapkan untuk menjadi pemimpinmu. Bahkan kamu juga siap untuk menerima koreksian dari orang-orang yang ada di sekelilingmu.

Karena percayalah dengan kamu memiliki hati yang lemah lembut, mudah diajar dan mau berubah maka niscaya integritas dalam hidupmu akan mulai terbangun. Dan orang banyak akan mempercayai dan mengenalmu sebagai orang yang berintegritas dan memiliki idealisme yang tidak mudah digoyahkan.

PERAN PEMIMPIN DALAM KONFLIK ORGANISASI

Dalam sebuah organisasi yang didalamnya melibatkan berbagai pola interaksi antar manusia, baik secara individual maupun kelompok, masalah konflik merupakan fakta yang tidak dapat dihindarkan. Dan konflik itu sendiri merupakan proses dinamis yang dapat dilihat, diuraikan dan dianalisa. Oleh karna itu, konflik sebagai suatu proses sangat menarik dalam dunia manajemen. Kepemimpinan merupakan factor terpenting dalam penyelesaian konflik organisasi. Tindakan pemimpin akan mempengaruhi gerak suatu organisasi. Pemimpin yang dapat memerankan fungsi secara maksimal dan dapat mencapai tujuan tertentu yang disepakati dapat dikatakan sebagai kepemimpinan yang efektif.

Dalam organisasi manapun, rasa kebersamaan di antara para anggotanya adalah mutlak, sebab rasa kebersamaan pada hakikinya merupakan pencerminan dari pada kesepakatan antara para bawahan, maupun antara pemimpin dengan bawahan, dalam mencapai tujuan organisasi. Tapi dalam hal tertentu mungkin akantimbul ketidaksesuaian antara para bawahan (Timbul persoalan). Apabila diantara mereka tidak dapat menyelesaikan persoalan, pemimpin perlu turun tangan untuk segera menyelesaiakan. Dan dalam hal memecahkan persoalan hubungan diantara bawahan, pimpinan harus bersikap adil tidak memihak. 

Setiap orang pada dasarnya menghendaki ada pengakuan pada hasil karyanya dari orang lain. Demikian pula setiap bawahan dalam organisasi memerlukan adanya pengakuan dan penghargaan pada bawahannya baik dalam bentuk verbal maupun non verbal. Peranan pimpinan dalam suatu organisasi adalah menciptakan rasa aman, dengan terciptanya rasa aman bawahan dalam melaksanakan tugas-tugasnya merasa tidak tertanggu, bebas dari segala perasaangelisah, kekhawatiran , bahkan merasa memperoleh jaminan keamanan dari pimpinan. Dan bagaimana seorang pemimpin itu harus berperilaku terhadap konflik, perlu berorientasi kembali kepada berbagai teori kepemimpinan yang ada.

Saturday, August 19, 2017

Pentingnya Komunikasi dalam Organisasi

Sebuah Organisasi terdiri dari banyak orang dari berbagai latar belakang sosial dan profesional yang berbeda-beda untuk mencapai suatu tujuan yang sama.Pentingnya komunikasi dalam sebuah organisasi tidak dapat disangkal. Pimpinan organisasi seringkali tidak menyadari pentingnya komunikasi dalam mengelola organisasi, tidak menyapikan ide, tujuan dan visi dari organisasi dengan jelas. Ketika pinpinan organisasi dan para senior dalam organisasi tidak dapat menciptakan keterbukaan dan kurang mampu berkomunikasi dengan jelas, maka hal ini akan memberikan dampak negatif dalam budaya kerja dan produktifitas organisasi.

Bila proses berbagi informasi antara dua orang atau lebih dalam organisasi sangat minim, maka pemborosan waktu dan sumberdaya sering terjadi. Untuk menghindari hal tersebut, maka komunikasi efektif dalam organisasi perlu didorong untuk keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan.
Komunikasi adalan proses pengiriman dan penerimaan informasi/pesan dari satu orang ke orang lain sehingga pesan tersebut dapat diterima oleh penerima secara utuh dan dapat dipahami.

Berikut adalah peran Komunikasi dalam sebuah Organisasi:
  1.  Meningkatkan Produktivitas. Komunikasi yang efektif sangat mementukan dalam pencapaian tujuan oirganisasi
  2. Menyelesaikan Konflik. Jika sebuah organisasi mengalami masalah, krisis dan konflik antar individu dalam organisasi akan menyebabkan penundaan pekerjaan sehari-hari. Hal ini tentu menyebabkan pemborosan sumber daya, waktu dan sudah pasti akan menurunkan produktivitas secara keseluruhan. Komunikasi yang terbuka dapat mencegah dan menyelesaikan konflik. Misalnya bila dua individu memiliki perbedaan pendapat atau ketidaksetujuan dalam suatu malasah, maka dapat diselesaikan melalui diskusi bersama.
  3. Mengembangkan Kualitas Individu. Lingkungan organisasi yang ramah, memberikan kesempatan dan dorongan pada individu untuk mengungkapkan ide-ide dan memberikan umpan balik dan memotivasi individu untuk bekerja lebih baik, memberikan penghargaan merupakan contoh komunikasi efektif yang dapat memberikan kepuasan dan peningkatan kualitas individu.
  4. Membentuk Hubungan Profesional dan Lingkungan yang Kondusif. Bawahan dan Pimpinan dalam organisasi harus berkomunikasi dengan jelas, terbuka dan jujur. Pimpinan organisasi harus membangun hubungan kerja yang menyenangkan sehingga bawahan tidak ragu untuk menyelesaikan pekerjaan dan membentuk hubungan yang baik. Hal ini membuat individu merasa peduli dan dihargai sehingga memberikan loyalitas pada organisasi.

Terciptanya komunikasi efektif dalam organisasi akan berdampak pada kepuasan kerja. Bila tiap individu dalam organisasi merasa puas dalam bekerja, maka masa depan organisasi dijamin maju.

Friday, August 19, 2016

Kisah Seorang Anak Membuang Ibunya ke Hutan

Konon di jepang dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan…
Mereka yang di buang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya, sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya.
Pada suatu hari, ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan, karena si ibu telah lumpuh dan agak pikun. Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si ibu yang kelihatan tidak berdaya berusaha menggapai ranting pohon yang bisa diraihnya, lalu mematahkannya dan menaburkannya disepanjang jalan yang mereka lalui.
Sesampai di dalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap ibunya.
Justru si Ibu sangat tegar… dalam senyumnya ia berkata “Anak ku, ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dawasa. Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini, rasa sayangku tidak berkurang sedikit pun…tadi ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat….ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah.”
Setelah mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa ibu pulang kerumah. Pemuda tersebut akhirnya merawat ibu yang sangat mengasihinya sampai ibunya meninggal.
Sahabatku, Apa hikmah yang terkandung dala kisah diatas…?
Orang tua bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya. Karena pada saat engkau menggapai sukses atau saat engkau dalam keadaan susah, hanya orang tua yang mengerti kita dan batinnya akan menderita kalau kita susah.
Bukan istri, suami, ataupun teman….
Orang tua kita tidak pernah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita, walaupun kita pernah kurang ajar kepada orang tua… namun bapak dan ibu kita akan tetap mengasihi kita… Mulai sekarang mari kita mengasihi orang tua kita selagi mereka masih hidup… Kiranya cerita diatas bisa membuka mata hati kita, untuk bisa mencintai orang tua. Mereka justru butuh perhatian lebih dari kita, disaat mereka menunggu waktu dipanggil Tuhan yang maha kuasa. Ingatlah perjuangan mereka pada waktu mereka muda, membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, membekali kita hingga menjadi seperti ini.

Sunday, August 14, 2016

Etika Dalam Menulis Status, Komentar dan Memberikan Tanggapan di Facebook

FACEBOOK merupakan  media sosial yang dibuat oleh Mark Zuckerber untuk media interasi, komunikasi dan informasi bagi para anggotanya. Namun demikian, tujuan Facebook pada akhirnya tergantung pada masing-masing Facebooker sendiri.  Mekipun demikian, status, komentar maupun tanggapan dibuat harus tetap mempertimbangkan aspek etika.Prinsip dasar pergaulan di Facebook adalah Saling menghargai. Menurut Hariyanto Imadha, seorang Pengamat Perilaku Pemikiran, setidaknya ada beberapa aspek etika yang harus diperhatikan para facebooker.

A.Secara umum, Facebook terbagi menjadi tiga kegiatan: Status, Komentar, Tanggapan

Status
Tempat Facebooker menuliskan apa saja sesuai dengan keinginannya, antara lain:
Curhat, artikel, novel, cerpen, celoteh,pengalaman,berbagi ilmu,guyonan,kritik terhadap pemerintah,kritik sosial budaya,puisi,gambar,foto,video,berita,informasi dan apa saja. Tidak terbatas.
Etika menulis status secara umum:
-Sopan
-Bersifat menghargai  sesama Facebooker
-Tidak melanggar SAR dalam arti negatif
-Tidak melanggar norma sosial,norma hukum maupun norma agama
Etika status secara khusus
-Boleh mengritik atas mengritik pemerintah,pejabat dan orang-orang yang sudah dikenal namanya oleh masyarakat
-Boleh membuat opini apa saja baik secara ilmiah maupun secara tidak ilmiah
-Sedapat mungkin berdasarkan data, fakta, saksi, bukti atau suatu hal yang sudah diketahui masyarakat umum
-Boleh menggunakan gaya bahasa apa saja : hiperbolisme, sarkasme,satire,litotes dan lain-lain.

Komentar
Tempat Facebooker menuliskan komentar-komentar terhadap status yang ditulis seorang teman
Etika memberikan komentar secara umum
-Sopan
-Bersifat menghargai  sesama Facebooker
-Tidak melanggar SAR dalam arti negatif
-Tidak melanggar norma sosial,norma hukum maupun norma agama
Sedangkan Etika memberikan komentar secara khusus adalah
-Kalau tidak mengerti maksud status, sebaiknya ditanyakan
-Jangan menyerang pribadi pembuat status karena itu salah satu ciri pengidap psikopat
-Harus bersifat menghargai .Jangan sinisme, meremehkan pendapat,memandang rendah,menganggap pembuat status tidak mengerti,tidak menggurui, tidak bersifat sok tahu-sok mengerti dan sok pintar
-Boleh berbeda pendapat tetapi tanpa nada menyalahkan
-Kalau tidak sempat menyusun kalimat, cukup tekan tombol “like” atau “suka”
-Beri komentar positif, sebab komentar negatif merupakan cermin pikiran Anda yang negatif pula
-Lebih baik beri komentar yang bersifat guyonan atau bercanda
-Beri komentar sesuai isi status. Jangan OOT (Out Of Topic)
-Jangan memberi komentar yang bersifat “menegasikan” (menyalahkan) kecuali jika salahnya memang telak. Namun, berikan koreksi yang sopan.

Tanggapan
Tempat Facebooker (penulis status) untuk memberikan tanggapan atas komentar-komentar di statusnya.
Etika dalam menanggapi komentar secara umum
-Sopan
-Bersifat menghargai  sesama Facebooker
-Tidak melanggar SAR dalam arti negatif
-Tidak melanggar norma sosial,norma hukum maupun norma agama
Etika dalam menanggapi komentar secara khusus
-Beri tanggapan senada dengan komentar. Bersifat meng”iya”kan
-Beri koreksi yang tepat apabila komentarnya keliru
-Beri peringatan apabila ada komentar yang tidak enak. Jika keterlaluan, langsung diremove/diblokir saja
-Beri penjelasan apabila komentarnya melenceng
-Lebih menyenangkan kalau Anda memberikan tanggapan yang bersifat bercanda

B.Kesimpulan umum
-Pahami, apa maksud status,komentar dan tanggapan.
-Status,komentar,tanggapan negatif cermin pikiran Anda yang negatif
-Hindarkan perdebatan yang tidak ada gunanya
-Bersikap saling menghargai
-Jangan snob (sok tahu,sok mengerti dan sok pintar)
-Jika Anda merasa tidak setuju terhadap pendapat Facebooker lain, sebaiknya Anda membuat status sendiri
-Sebaiknya bertanya jika tidak/kurang mengerti
-Biarkan Facebooker menulis apa saja. Sebab ,itu hak pribadi mereka (sejauh sesuai dengan etika umum).

C.Saran
-Kalau Anda tidak setuju isi sebuah status, sebaiknya Anda membuat status sendiri
-Kalau Anda tidak setuju isi sebuah artikel, sebaiknya Anda membuat artikel sendiri
-Klau Anda tidak setuju isi sebuah buku, silahkan Anda membuat buku sendiri

Semoga bermanfaat.


 

Blog Archive

 
Blogger Templates