Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Sunday, September 10, 2017

Mau Jadi Sebuah Intan atau Tetap Menjadi Arang?

Mau Jadi Sebuah Intan atau Tetap Menjadi Arang?

Sahabat, tahukah Anda bahwa arang dan intan berasal dari unsur yang sama, yaitu Karbon (C). Coba deh ingat-ingat atau buka kembali pelajaran kimia dulu..he..he..

Kenapa keduanya memiliki perbedaan yang sangat mencolok, padahal berasal dari unsur yang sama?.
Ternyata, yang membedakan keduanya walaupun berasal dari unsur yang sama adalah struktur atau konfigurasinya. Perbedaan itu membawa konskuensi pada sifat keduanya. Dimana arang memiliki tekstur yang rapuh, mudah hancur dan kalau dilihat tidak menarik sama sekali, Berbeda dengan intan yang memiliki tekstur padat, super kuat sehingga untuk memotongnyapun perlu pemotong khusus, indah untuk dilihat dan harganyapun sangat-sangat jauh berbeda.
Bedanya sangat jauh ya? bagaikan siang dan makam, bagai miskin dan kaya. Intan dikenal sebagai benda mulia, bentuk dan warnanya sangat cantik, mungkin diminati semua orang namun tidak setiap orang bisa memiliki karena harganya yang sangat mahal. Cooba bandingkan dengan arang, yang warnanya hitam, tidak menarik bentuknya dan harganya murah sekali karena mudah sekali kita mendapatkan.

Yang jadi pertanyaan selaanjutnya adalah kenapa perbedaan itu bisa terjadi?
Jawabannya adalah karena arang terjadi/dibuat dalam proses pembakaran yang singkat dan relatif mudah, alias tidak melalui proses yang sulit dan berbelit. Berbeda dengan sebuah intan, proses terjadinya melalui proses yang panjnag, dan begitu sulit. Diawali dari sisa-sisa tanaman ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu, kemudian ditempa melalui proses pemanasan dan pendinginan yang sangat exstrem di perut bumi dalam jangka waktu yang sangat lama. 
Nah, sudah tahu kan beda arang dan intan? yaitu pada proses terbentuknya.

Renungan buat kita, pada hakekatnya Allah menciptakan kita dengan dibekali sebuah potensi. Potensi yang harus kita asah untuk kebahagiaan hidup kita di dunia dan akhirat. Namun kenyataanya, banyak potensi yang  tidak digunakan dengan baik, terbuang sia-sia. Kadang kita tidak mau melewati proses untuk menjadi intan. Kita kadang tidak mampu melewati ujian kehidupan, tempaan kehidupan untuk menjadi kuat dan bernialai seperti intan. Jangan sampai kita menjadi arang yang rapuh dan tak bernilai karena kita tidak mau belajar dan takut menjalani berbagai proses dan ujian kehidupan. Spbat, ingatlah...tidak ada yang instan di dunia ini. Semua butuh proses dan perjuangan untuk menjadi seorang yang bernilai..

Sunday, August 20, 2017

KAMU ITU ORANG YANG MEMPUNYAI PRINSIP TEGUH ATAU KERAS KEPALA? KENALI BEDANYA

KAMU ITU ORANG YANG MEMPUNYAI PRINSIP TEGUH ATAU KERAS KEPALA? KENALI BEDANYA

Berprinsip teguh berbeda dengan keras kepala. Kadang orang sulit membedakan mana orang yang memiliki perisip atau keyakinan teguh (Strong Conviction) dengan orang yang memang tabiatnya keras kepala.
Steven Agustinus seorang Potential Explorer dan Motivator handal menjelaskan, ada 5 perbedaan mencolok antara orang yang memiliki prinsip teguh dengan orang yang keras kepala:


PRINSIP/KEYAKINAN TEGUH
KERAS  KEPALA
Orang yang mempunyai keyakinan tegus akan selalu membangun hidupnya diatas prinsip kebenaran yang hakiki dan mutlak sifatnya. Dia sangat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur seperti kebenaran, kejujuran, kesucian dsb. Dia tidak pernah merasa malu menunjukan prinspip itu kepada orang-orang sekitarnya, bahkan pada orang yang tidak suka atau mementang prisip kebenaran itu.
Sedangkan orang yang keras kepala tindakannya selalu didasari pemikiran dan pertimbangan
yang dianggap benar meskipun bertentangan dengan prinsip kebenaran. Sebagai Contoh, nyogok/memberikan uang pelicin dianggap lumrah saat ini. Kamu mengannap hal ini benar karena sudah lumrah dan banyak dilakukan orang saat ini. Tapi jika ditanya apakah nyogok itu benar atau boleh? Tentu jawabannya tidak benar.

Keyakinan teguh akan menjadikanmu sebagai pribadi yang memiliki hati yang lemah lembut, mudah diajar dan mudah berubah. Kamu terbuka dengan setiap koreksian yang diberikan oleh orang-orang yang ada di sekitarmu. Kamu pun tidak pernah merasa tinggi hati tapi tetap mau belajar dari siapapun meski memang kamu tahu bahwa kamu memiliki kemampuan yang lebih dari yang lain.
Sedangkan sifat keras kepala akan menjadikanmu sebagai pribadi yang memiliki hati yang keras dan tidak mudah menerima setiap koreksian. Karena kamu merasa bahwa apa yang kamu lakukan itu benar bagimu. Padahal mungkin orang yang sedang memberi nasehat padamu sudah mengetahui bahwa apa yang kamu lakukan itu salah dan pada akhirnya merugikan dirimu sendiri.
Keyakinan teguh akan membuat dirimu menjadi tidak sombong karena cita-cita ataupun tujuan hidup yang kamu miliki. Melainkan dengan rendah hati melihat posisi atau keberadaan orang lain juga sebagai hal yang baik dan tidak menganggap sesuatu yang lebih rendah di bawahmu. Namun kamu cenderung untuk terus membandingkan apa yang sudah kamu lakukan dengan tujuan hidupmu yang mulia yang telah Tuhan tetapkan bagimu. Sehingga kamu akan terus menciptakan energi yang positif, tidak hanya untuk dirimu namun juga kepada orang-orang yang ada di dekatmu.
Sedangkan sifat keras kepala akan selalu membuatmu terus membandingkan dirimu dengan orang-orang lain yang ada di bawahmu. Kamu cenderung mudah berpuas diri dan suka merendahkan serta menghakimi orang lain. Kamu juga memiliki emosi yang tidak stabil dan tanpa disadari sering mengeluarkan energi negatif kepada dirimu sendiri serta orang yang ada di sekitarmu.
Keyakinan teguh akan menjadikanmu pribadi yang menginspirasi dan membangun banyak orang. Akan ada banyak kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadamu. Karena integritas sudah mulai terbangun kuat dalam dirimu.
Sedangkan sifat keras kepala menjadikanmu sebagai  seseorang yang susah dipercayai oleh orang banyak. Sehingga kamu sering berusaha untuk mencari perkenanan, pengakuan dan penerimaan dari orang banyak. Namun sayangnya sebuah kepercayaan itu tidak bisa dibangun dengan waktu yang singkat. Dibutuhkan kurun waktu yang tidak bisa ditentukan, pengorbanan dsb untuk membangun kepercayaan dan integritas dalam dirimu.
Keyakinan teguh akan menjadikanmu sebagai pribadi yang mau dan senang untuk dipimpin oleh pemimpinmu yang ada di atasmu. Karena untuk menjadi seorang pemimpin yang baik maka kamu harus menjadi orang yang mau dipimpin dan diarahkan oleh orang yang ada di atasmu.
Sedangkan sifat keras kepala akan menjadikanmu seseorang yang individual dan merasa tidak membutuhkan orang lain. Sehingga kamu selalu memiliki masalah dengan pemimpin yang ada di atasmu karena pada dasarnya kamu tidak mau dipimpin dan merasa diri sudah benar.

Itulah 5 perbedaan orang yang memiliki keyakinan atau prinsip yang teguh (strong conviction) dengan orang yang memang memiliki watak keras kepala. 
Anda termasuk orang yang berprinsip teguh atau keras kepala?
Jika ternyata kamu masih memiliki ada beberapa ciri dari orang yang keras kepala maka solusinya mudah yakni membuka diri dan siap untuk dikoreksi oleh orang-orang yang sudah ditetapkan untuk menjadi pemimpinmu. Bahkan kamu juga siap untuk menerima koreksian dari orang-orang yang ada di sekelilingmu.

Karena percayalah dengan kamu memiliki hati yang lemah lembut, mudah diajar dan mau berubah maka niscaya integritas dalam hidupmu akan mulai terbangun. Dan orang banyak akan mempercayai dan mengenalmu sebagai orang yang berintegritas dan memiliki idealisme yang tidak mudah digoyahkan.

PERAN PEMIMPIN DALAM KONFLIK ORGANISASI

PERAN PEMIMPIN DALAM KONFLIK ORGANISASI

Dalam sebuah organisasi yang didalamnya melibatkan berbagai pola interaksi antar manusia, baik secara individual maupun kelompok, masalah konflik merupakan fakta yang tidak dapat dihindarkan. Dan konflik itu sendiri merupakan proses dinamis yang dapat dilihat, diuraikan dan dianalisa. Oleh karna itu, konflik sebagai suatu proses sangat menarik dalam dunia manajemen. Kepemimpinan merupakan factor terpenting dalam penyelesaian konflik organisasi. Tindakan pemimpin akan mempengaruhi gerak suatu organisasi. Pemimpin yang dapat memerankan fungsi secara maksimal dan dapat mencapai tujuan tertentu yang disepakati dapat dikatakan sebagai kepemimpinan yang efektif.

Dalam organisasi manapun, rasa kebersamaan di antara para anggotanya adalah mutlak, sebab rasa kebersamaan pada hakikinya merupakan pencerminan dari pada kesepakatan antara para bawahan, maupun antara pemimpin dengan bawahan, dalam mencapai tujuan organisasi. Tapi dalam hal tertentu mungkin akantimbul ketidaksesuaian antara para bawahan (Timbul persoalan). Apabila diantara mereka tidak dapat menyelesaikan persoalan, pemimpin perlu turun tangan untuk segera menyelesaiakan. Dan dalam hal memecahkan persoalan hubungan diantara bawahan, pimpinan harus bersikap adil tidak memihak. 

Setiap orang pada dasarnya menghendaki ada pengakuan pada hasil karyanya dari orang lain. Demikian pula setiap bawahan dalam organisasi memerlukan adanya pengakuan dan penghargaan pada bawahannya baik dalam bentuk verbal maupun non verbal. Peranan pimpinan dalam suatu organisasi adalah menciptakan rasa aman, dengan terciptanya rasa aman bawahan dalam melaksanakan tugas-tugasnya merasa tidak tertanggu, bebas dari segala perasaangelisah, kekhawatiran , bahkan merasa memperoleh jaminan keamanan dari pimpinan. Dan bagaimana seorang pemimpin itu harus berperilaku terhadap konflik, perlu berorientasi kembali kepada berbagai teori kepemimpinan yang ada.

Saturday, August 19, 2017

Pentingnya Komunikasi dalam Organisasi

Pentingnya Komunikasi dalam Organisasi

Sebuah Organisasi terdiri dari banyak orang dari berbagai latar belakang sosial dan profesional yang berbeda-beda untuk mencapai suatu tujuan yang sama.Pentingnya komunikasi dalam sebuah organisasi tidak dapat disangkal. Pimpinan organisasi seringkali tidak menyadari pentingnya komunikasi dalam mengelola organisasi, tidak menyapikan ide, tujuan dan visi dari organisasi dengan jelas. Ketika pinpinan organisasi dan para senior dalam organisasi tidak dapat menciptakan keterbukaan dan kurang mampu berkomunikasi dengan jelas, maka hal ini akan memberikan dampak negatif dalam budaya kerja dan produktifitas organisasi.

Bila proses berbagi informasi antara dua orang atau lebih dalam organisasi sangat minim, maka pemborosan waktu dan sumberdaya sering terjadi. Untuk menghindari hal tersebut, maka komunikasi efektif dalam organisasi perlu didorong untuk keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan.
Komunikasi adalan proses pengiriman dan penerimaan informasi/pesan dari satu orang ke orang lain sehingga pesan tersebut dapat diterima oleh penerima secara utuh dan dapat dipahami.

Berikut adalah peran Komunikasi dalam sebuah Organisasi:
  1.  Meningkatkan Produktivitas. Komunikasi yang efektif sangat mementukan dalam pencapaian tujuan oirganisasi
  2. Menyelesaikan Konflik. Jika sebuah organisasi mengalami masalah, krisis dan konflik antar individu dalam organisasi akan menyebabkan penundaan pekerjaan sehari-hari. Hal ini tentu menyebabkan pemborosan sumber daya, waktu dan sudah pasti akan menurunkan produktivitas secara keseluruhan. Komunikasi yang terbuka dapat mencegah dan menyelesaikan konflik. Misalnya bila dua individu memiliki perbedaan pendapat atau ketidaksetujuan dalam suatu malasah, maka dapat diselesaikan melalui diskusi bersama.
  3. Mengembangkan Kualitas Individu. Lingkungan organisasi yang ramah, memberikan kesempatan dan dorongan pada individu untuk mengungkapkan ide-ide dan memberikan umpan balik dan memotivasi individu untuk bekerja lebih baik, memberikan penghargaan merupakan contoh komunikasi efektif yang dapat memberikan kepuasan dan peningkatan kualitas individu.
  4. Membentuk Hubungan Profesional dan Lingkungan yang Kondusif. Bawahan dan Pimpinan dalam organisasi harus berkomunikasi dengan jelas, terbuka dan jujur. Pimpinan organisasi harus membangun hubungan kerja yang menyenangkan sehingga bawahan tidak ragu untuk menyelesaikan pekerjaan dan membentuk hubungan yang baik. Hal ini membuat individu merasa peduli dan dihargai sehingga memberikan loyalitas pada organisasi.

Terciptanya komunikasi efektif dalam organisasi akan berdampak pada kepuasan kerja. Bila tiap individu dalam organisasi merasa puas dalam bekerja, maka masa depan organisasi dijamin maju.

Tuesday, August 2, 2016

IBU, AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN. AKU MAU MENJADI ORANG YANG BERTEPUK TANGAN DI TEPI JALAN

IBU, AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN. AKU MAU MENJADI ORANG YANG BERTEPUK TANGAN DI TEPI JALAN

Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kenaikan kelas, anak perempuanku rutin mendapat ranking ke-23. Lambat laun ia dijuluki dengan panggilan nomor ini. Sebagai orangtua, kita merasa panggilan ini tidak lebih enak didengar, tetapi anehnya anak kita tidak merasa keberatan dengan panggilan ini.

Pada sebuah agenda keluarga besar, kita berkumpul bersama di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang merupakan mengenai jagoan mereka masing-masing. Anak-anak ditanya apa impian mereka kalau telah besar? Ada yang menjawab sehingga dokter, pilot, arsitek bahkan presiden. Semua orangpun bertepuk tangan.

Anak perempuan kita terkesan sangat sibuk menolong anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dirinya yang belum mengutarakan impiannya. Didesak orang tidak sedikit, akhirnya dirinya menjawab:….. “Saat aku dewasa, impianku yang pertama merupakan menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main”. Demi menunjukkan kesopanan, semua orang masih memberbagi pujian, kemudian
menanyakan apa impiannya yang kedua. Diapun menjawab: “Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek berfoto Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan mengangkat mereka ke teras rumah untuk menonton bintang”. Semua sanak keluarga saling pandang tanpa tahu wajib mengatakan apa. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali.

Sepulangnya kita kembali ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku bakal membiarkan anak perempuan kita nanti hanya menjadi seorang guru TK?

Anak kita sangat penurut, dirinya tidak lagi membaca komik, tidak lagi membikin origami, tidak lagi tidak sedikit bermain. Bagaikan seekor burung kecil yang kelelahan, dirinya ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan semakin tanpa henti. Hingga akhirnya tubuh kecilnya tidak dapat bersi kukuh lagi terserang flu berat dan radang paru-paru. Bakal tetapi hasil ujian semesternya membikin kita tidak tahu mau tertawa alias menangis, masih saja rangking 23.

Kami terbukti sangat sayang pada anak kita ini, tetapi kita sungguh tidak memahami bakal kualitas sekolahnya.
Pada sebuahminggu, kawan-kawan sekantor mengundang berangkat rekreasi bersama. Semua orang mengangkat dan keluarga mereka. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan kebolehannya. Anak kita tidak punya kepandaian khusus, hanya semakin bertepuk tangan dengan sangat gembira.

Dia tidak jarang kali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan. Merapikan kembali kotak makanan yang terkesan sedikit miring, mengetatkan tutup botol yang longgar alias mengelap wadah sayuran yang meluap ke luar. Dirinya sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik. Ketika makan, ada satu kejadian tidak terduga. Dua orang anak lelaki kawan kami, satunya si jenius matematika, satunya lagi pakar bahasa Inggris berebut sebuah kue. Tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau saling membaginya. Para orang tua membujuk mereka, tetapi tidak sukses. Terbaru anak kamilah yang sukses melerainya dengan merayu mereka untuk berdamai.

Ketika pulang, jalanan macet. Anak-anak mulai terkesan gelisah. Anakku membikin guyonan dan semakin membikin orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak sempat berhenti, dirinya mengguntingkan beberapa bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan. Hingga ketika turun dari mobil bus, setiap orang memperoleh guntingan kertas fauna shio-nya masing-masing. Mereka terkesan begitu gembira.

Selepas ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku. Pertama-tama memperoleh berita kalau rangking sekolah anakku masih 23. Tetapi dirinya mengatakan ada satu faktor aneh yang terjadi. Faktor yang pertama kali ditemukannya selagi lebih dari 30 tahun mengajar. Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu SIAPA TEMAN SEKELAS YANG PALING KAMU KAGUMI & APA ALASANNYA.

Semua kawan sekelasnya menuliskan nama : ANAKKU!

Mereka bilang sebab anakku sangat bahagia menolong orang, rutin memberi semangat, rutin menghibur, rutin enak diajak berkawan, dan tidak sedikit lagi.

Si wali kelas memberi pujian: “Anak bunda ini kalau bertingkah laku terhadap orang, sangatlah nomor satu”.

Saya bercanda pada anakku, “Suatu saat kalian bakal sehingga pahlawan”. Anakku yang sedang merajut selendang leher tiba2 menjawab “Bu guru sempat mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, wajib ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.”

“IBU, …..AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN, …. AKU MAU JADI ORANG YANG BERTEPUK TANGAN DI TEPI JALAN.”

Aku terkejut mendengarnya. Dalam hatiku pun terasa hangat seketika. Seketika hatiku tergugah oleh anak perempuanku. Di dunia ini tidak sedikit orang yang berimpian ingin menjadi seorang pahlawan. Tetapi Anakku memilih untuk menjadi orang yang tidak terkesan. Semacam akar sebuah tanaman, tidak terkesan, tapi ialah yang mengokohkan.

Apabila ia dapat sehat, apabila ia dapat nasib dengan bahagia, apabila tidak ada rasa bersalah dalam hatinya, MENGAPA ANAK2 KITA TIDAK BOLEH MENJADI SEORANG BIASA YANG BERHATI BAIK & JUJUR?

Saturday, October 3, 2015

Hanyalah Sebuah Kemangan Semu

Hanyalah Sebuah Kemangan Semu

Satu hal paling susah untuk dikalahkan atau ditaklukan adalah ego diri sendiri. Bila kita mampu untuk menaklukan ego diri sendiri, itulah kemenangan sejati. Namun yang sering terjadi adalah kita merasa menang dengan orang lain, namun sejatinya itu hanyalah sebuah kemenangan semu, karena yang menang sebenarnya adalah ego kita sendiri.
Sebagai contoh :

Ribut dengan pelanggan,
Kalau kita menang,
Pelanggan tetap akan lari.

Ribut dengan rekan kantor,
Walau kita menang,
Tiada ada lagi semangat bekerja dalam tim.

Ribut dengan atasan,
Walau kita menang,
Tiada lagi masa depan di tempat itu.

Ribut dengan keluarga,
Walau kita menang,
Hubungan kekeluargaan akan renggang.

Ribut dengan kawan,
Walau kita menang,
Yang pasti kita akan kekurangan kawan.

Ribut dengan pasangan,
Walau kita menang,
Perasaan sayang pasti akan berkurang.

Jadi sebenarnya....
Bila kita ribut dengan siapapun
Walau kita menang...
Sejatinya kita kalah....

Sunday, November 28, 2010

Berbuat baik kapan saja, dimana saja, kepada siapa saja.

Berbuat baik kapan saja, dimana saja, kepada siapa saja.

Beberapa hari yang lalu karena urusan kerjaan saya bertemu dengan seorang ibu muda yang memimpin sebuah perusahaan jasa pelayanan. Boleh dibilang sukses lah... di usia yang masih muda sudah memimpin sebuah perusahaan. Bukan kali pertama sich bertemu dengan ibu itu, jadi boleh dibilang cukup kenal lah saya... Oleh karena itu, kadang ngobrolnya juga bukan hanya urusan kerjaan, kadang ngomogin hal-hal lain juga. Seperti pertemuan kemaren. Disamping ngomongin kerjaan, ngomongin juga berbagai hal kejadian sekitar kita, soal keluarga, karir, agama dll.

Nah, pada pertemuan kemaren yang diobrolin antara lain soal Kebesaran Allah SWT, begitu banyak dan tidak terhitung lagi nikmat dan rahmat yang Allah berikan kepada kita, soal berbagai cobaan yang Allah berikan keada umat manusia sampai soal bagaimana kita seharusnya bersikap terhadap orang lain, saling berbagi, membantu da menolong sesama. Soal itu semua saya setuju dan sependapat dengan beliau. Hanya saja ada pernyataan beliau yang menurut saya kurang, bukan tidak benar, hanya menurut saya kurang. Salah satu pernyataannya adalah bahwa untuk bisa menolong, membantu atau berbuat baik terhadap orang lain kita harus mampu. Mampu disini lebih ke arah mampu secara ekonomi. Ya, saya setuju dan sependapat. Kalau kita mampu secara ekonomi tentu kita bisa berbagi dan menolong sesama. Selain itu, kita juga bisa termotivasi untuk berusaha memiliki kemampuan ekonomi lebih agar bisa berbuat lebih untuk orang lain.
Sekali lagi, pernyataan tersebut benar, saya setuju. Hanya, Bagaimana orang yang belum mampu atau tidak mampu? Apakah harus menunggu mampu untuk berbuat baik dan menolong sesama? Tentu tidak... Untuk membantu orang lain, berbuat baik ke sesama tidak perlu menunggu kita mampu dulu. Kita bisa membantu orang lain atau berbuat baik ke sesama sesuai kemampuan kita. Kalau kita punyanya tenaga, bantulah dengan tenaga kita, bantulah dengan ikhlas. Kalau kita hanya bisa membantu dengan pikiran, bantulah dengan pikiran kita secara ikhlas. Kalau kita bisa menyenangkan orang lain dengan mendengarkan, dengarkanlah dengan ikhlas. Bahkan kalau kita hanya bisa berbuat baik dengan senyum, berikanlah senyman dengan ikhlas. Jadi untuk berbuat baik, menolong sesama bisa dimulai kapan saja, dimana saja, kepada siapa saja. Allah Maha Adil.
Apakah hari ini saya sudah berbauat baik atau menolong sesama minimal satu kali ya...?

Thursday, November 11, 2010

Tidak Pernah Terlambat

Tidak Pernah Terlambat

Robert Lopatin mengira itu sudah terambat. Sewaktu masih kecil, ia pernah memiliki impian untuk menjadi seorang dokter. Tetapi ketika ia masuk universitas, ia melepaskan cita-citanya. Malahan ia masuk ke dalam usaha keluarga yang memrduksi busana wanita. Ia telibat 27 tahun di sana! Kemudian ia an ayahnya menjual usaha mereka. Jika ia mau, ia bisa pensiun.
Tetapi kemudian,
di pesta pernikahan sahabatnya, ia duduk dengan seorang anak muda yang beru menyelesaikan kuliah kedokterannya. Bercakap-cakap dengan dokter tersbut mebuatnya teringat kembali dengan cita-citanya di masa kecil. Da di usia 51 tahun, Robert Lopatin memutuskan untuk menjadi seorang dokter.
Sekarang ia berusia 55. Ia berhasi lulus dari Albert Einstein College jurusan kedokteran dan bekerja di Montefire Medical Centre di wilayah Bronx, New York. Dan ia menyukai ekerjaannya-seratus jam bekerja di klinik dan pemekaman.
"Rasanya, seperti sudah mati dan lahir kembali", katanya.
Anda mungkin memiliki impian di dalam hati yang Anda pikir sudah terlau tua untuk dikejar. rang lain mungkin memberitahu, bahwa sudah terlambat untuk mengerjakan apa yang inginAnda lakukan. Tetapi tidak!! Penulis Jseph Conrad menerbitkan novel petamanya di usia emat puluh. Usia Robert Loptin akan berada di akhir kepala lima pada saat ia memulai raktek dokternya secara penuh. Seniwati "Grandma" Moses mulai melukis pada saat berumur 75 tahun dan menikmati 26 tahun kesuksesan karirnya. Kejarah impian Anda, tidak peduli betapapun jauh kelihatannya.....(Sumber : Sukses dibangun Setiap Hari, John C. Maxwell, 2007)

Sunday, August 22, 2010

Tolonglah Diri Anda Sendiri

Tolonglah Diri Anda Sendiri

Seorang pemuda miskin yang lapar, duduk menopang dagu di sebuah jembatan mengamati sekelompok pemancing. Menengok ke dalam keranjang dan melihat setumpuk ikan di dalamnya, pemuda itu bergumam, “Andaikata saja, aku punya ikan sebanyak itu, aku tidak akan kacau seperti ini. Aku akan menjualnya serta membeli pakaian dan makanan.”

“Hai, aku akan memberimu beberapa ikan bila kau mau melakukan hal kecil untukku,” jawab pemancing itu tiba-tiba.
“Yah, mengapa tidak?”
“Pegangkan kail ini untukku sebentar saja. Aku ada keperluan di jalan di dekat sini,” kata orang tua itu. Pemuda itu dengan senang memerima tawarannya. Saat ia merentangkan kail orang tua itu, ada ikan yang menggigitnya, dan ia menangkap ikan demi ikan. Tak lama kemudian wajahnya terlihat tersenyum, menikmati kegiatannya.


Ketika orang tua itu kembali, ia berkata,”Aku akan memberimu ikan yang kujanjikan. Nah, ambilah semua ikan yang telah kau tangkapkan untukku. Tetapi aku juga ingin memberimu sedikit nasihat. Lain kali, ketika kau membutuhkan sesuatu, jangan membuang waktu melamun dan berharap sesuatu akan terjadi. Gerakan dirimu, ambil kailmu sendiri dan buatlah hal iti terjadi.”

Dikutip dari : Sukses Dibangun Setiap Hari- John C. Maxwell.

Sunday, April 12, 2009

Tolonglah Diri Anda Sendiri

Tolonglah Diri Anda Sendiri

Seorang pemuda miskin yang lapar, duduk menopang dagu di sebuah jembatan mengamati sekelompok pemancing. Menengok ke dalam keranjang dan melihat setumpuk ikan di dalamnya, pemuda itu bergumam, “Andaikata saja, aku punya ikan sebanyak itu, aku tidak akan kacau seperti ini. Aku akan menjualnya serta membeli pakaian dan makanan.”

“Hai, aku akan memberimu beberapa ikan bila kau mau melakukan hal kecil untukku,” jawab pemancing itu tiba-tiba.
“Yah, mengapa tidak?”
“Pegangkan kail ini untukku sebentar saja. Aku ada keperluan di jalan di dekat sini,” kata orang tua itu. Pemuda itu dengan senang memerima tawarannya. Saat ia merentangkan kail orang tua itu, ada ikan yang menggigitnya, dan ia menangkap ikan demi ikan. Tak lama kemudian wajahnya terlihat tersenyum, menikmati kegiatannya.

Ketika orang tua itu kembali, ia berkata,”Aku akan memberimu ikan yang kujanjikan. Nah, ambilah semua ikan yang telah kau tangkapkan untukku. Tetapi aku juga ingin memberimu sedikit nasihat. Lain kali, ketika kau membutuhkan sesuatu, jangan membuang waktu melamun dan berharap sesuatu akan terjadi. Gerakan dirimu, ambil kailmu sendiri dan buatlah hal iti terjadi.”

Dikutip dari : Sukses Dibangun Setiap Hari- John C. Maxwell.